Turki menjadi rujukan negara yang Sukses untuk penanganan TBC

Sebagai Mantan pasien Tubercolosis kelenjar (TB kelenjar) Saya menjalani masa pengobatan TBC selama hampir 11 bulan di Turki,Untuk alasan ini saya kurang tahu, karena umumnya menjalani pengobatan 6 bulan, tapi kasus saya lebih lama. Cerita sebelumnya tentang pengalaman saya menghadapi TB kelenjar bisa di baca di bawah ini:

Pengalaman mengidap TBkelenjar

Akhir 2013 saya divonis TB kelenjar, waktu itu masih memberi ASİ anak pertama saya. Fatih. Ketakutan untuk stop ASİ sempat menghantui saya, apalagi Fatih tidak bisa minum susu formula, saya sempat membeli susu formula untuk jaga-jaga, apalagi sempat menjalani Tomografi, Dokter di Rumah sakit Marmara İstanbul, meminta saya untuk memberi jeda selepas Tomografi untuk tidak memberikan ASİ langsung. Karena Fatih rewel, saya melanggar aturan Dokter. Alhamdulilah baik-baik saja. Karena tidak tega melihat dia memuntahkah susu botolnya-.

Waspada Benjolan di leher

Prosedur menjalani Pengobatan TBC di Turki

Ketika saya mengeluh dengan tumbuhnya benjolan di leher kiri, langkah pertama, saya juga googling di İnternet, mencari tahu jenis benjolan di leher, sempat membaca artikel tentang tiroid lalu kanker kelenjar getah bening, wajah saya semakin pucat, karena timbul rasa ketakutan ”jangan-jangan Tumor, kanker”. Memang saran terbaik langsung mendatangi Dokter untuk periksa. Kemudian Suami membuat rendevu ke rumah sakit terdekat. Rumah sakit pertama yang saya datangi adalah Marmara University eğitim ve arastirma hastanesi ( Marmara University Research And Education Hospital ) yang berlokasi di Pendik, wilayah İstanbul Asia -Rumah sakit pusat penelitian dan juga pendidikan– Rumah sakit ini tidak dibawah Depkes Turki, Tapi dibawah lembaga pendidikan, Biasa sering juga jadi tempat Koas anak Kedokteran, penelitian dibidang kesehatan. untuk alat-alat kesehatan di rumah sakit jenis ini lebih lengkap dibanding Rumah sakit umum milik Pemerintah. Kenapa saya memilih datang ke Rumah sakit milik lembaga pendidikan dibawah fakultas kedokteran Universitas Marmara? Salah satunya, karena alat medisnya jauh lebih lengkap.

Dokter di Marmara Hastanesi, meminta saya menjalani Ultrasound-jenis USG khusus- waktu itu karena antrian panjang di tempat USG milik pemerintah, berbekal surat rekomendasi Dokter, saya inisiatif pergi ke rumah sakit swasta yang kebetulan ada alat yang sama, tentu saja tidak di cover asuransi SGK (BPJS versi Turki) Ruang USG ini berada di lantai berbeda, bukan di tempat praktek Dokter kandungan. Satu lantai dengan ruang Tomografi, dan untuk beberapa tes lainnya yang menggunakan Radiasi. Tujuan dilakukan USG ini untuk mengukur seberapa besar benjolan tersebut, Kemudian Dokter akan memberikan keterangan dalam selembar kertas hasil tes, Reaktif atau non-reaktif.

Berbekal hasil USG, Kemudian dilanjutkan proses tes Tomografi (artikel sebelumnya saya ketuker dengan istilah MRI) untuk memindai seluruh anggota badan, hasil tomografi bisa direkam dalam bentuk CD dan kemudian diserahkan ke Dokter lagi, Dokter mencek hasil Tomografi untuk memantikan benjolan-pusat penyakit ini hanya berada di leher, tidak ada penyebaran lain di anggota badan.

Baca:

Suami mendonorkan Organ tubuhnya

Proses selanjutnya, tes darah. Saya datang ke Dokter spesialis penyakit dalam, seorang profesor (di Turki biasa akan mendapat tambahan gelar. Dr. Uzm . Uzman: spesialis) Dokter mengecek benjolan di leher, membaca hasil USG dan tomografi, kemudian membawa saya ke ruangan kecil di ruang prakteknya untuk menjalani Biopsi, Biopsi yang dijalani hanya dengan memasukan sejenis suntikan dan mengambil cairan dari benjolan di leher) Hasil biopsi dibawa ke Lab untuk diteliti.

Seminggu kemudian hasil biopsi keluar, hasil Laboratorium menunjukan kalau di aliran darah saya ada bakteri Tubercolosis, karena jenis extra paru : Tubercolosis yang menyerang anggota badan lain, selain paru-paru. Dokter penyakit dalam kemudian memberi rujukan untuk ke Dokter Spesialis Paru (ğogus hastalıkları)– Dari Dokter ini kemudian saya diberi rujukan ke Verem savas birimi (Dulu bernama: Verem savas dispanseri)

Mengenal VEREM SAVAS BİRİMİ-lembaga khusus penanganan TBC-

Verem Savas Birimi: Lembaga di bawah Departemen kesehatan Turki khusus untuk menangani TBC, Vaksinasi maupun terapi pengobatan TBC.

Semua kasus penyakit TBC baik TBC paru maupun EXtra paru /TB kelenjar, TB tulang, TB Otak dll) dibawah penanganan lembaga ini. Verem savas ada di setiap Kota di Turki, sebagai lembaga rujukan pasien pengidap TBC.

Lembaga verem Savas, tempat saya menjalani pengobatan TB kelenjar 2014 (seumber foto: yandex.com.tr)

Fungsi dan Kerja Lembaga Verem Savas:

  1. Sebagai lembaga Penelitian di Setiap daerah di Turki untuk kasus penyebaran TBC dibawah koordinasi setiap Provinsi.
  2. Verem Savas lembaga yang memiliki wewenang Diagnosis semua jenis TBC dalam VSD dan berhak mengirimkan sampel pasien untuk penelitian ke laboratorium
  3. Mengontrol dan melaporkan Pasien penderita TBC untuk melanjutkan pengobatan TBC, Masa pengobatan pasien di kontrol lembaga ini.
  4. Merujuk Pasien jika ada İndikasi harus rawat inap dan memantau setiap rujukan pasien TBC menindaklanjuti perawatan Pasien
  5. Memberikan Pengobatan gratis setiap pasien TBC, memastikan pelaksanaan pengobatan secara teratur, membuat perancanaan perawatan (DGT)* dan menunjuk Dokter di Lingkungan pasien tinggal (dalam hal ini dokter keluarga di Saglik ocagı-sejenis puskesmas) sebagai petugas pengontrol pasien di wilayah kerjanya untuk patuh menjalani perawatan TBC.
  6. Memberikan dukungan dan penghargaan kepada pasien dalam kerjasamanya dengan Verem Savas yang melakukan pengobatan TBC sampai selesai
  7. Verem Savas juga berhak memeriksa anggota Keluarga yang memiliki kontak dengan pasien, apakah TBC menular di anggota keluarga.
  8. Menyimpan Data Pasien TBC
  9. Perawatan dan pengobatan dibawah Verem Savas GRATİS untuk semua warga negara maupun orang asing yang memiliki bukti izin tinggal.

Ketika saya mendapat rujukan untuk ke Verem Savas dari Dokter Paru, Saya datang ke gedung verem Savas, tidak langsung diberi obat TBC. Petugas di Verem Savas akan meminta Pasien untuk Rontgen Thorax terlebih dahulu, untuk memastikan ulang bahwa tubercolosis tidak menyerang paru-paru pasien. Jika hasilnya bersih, Pasien diantar ke lantai dua untuk menjalani tes mantoux

Tes mantoux adalah sebuah tes yang dilakukan dengan cara menyuntikkan larutan tuberkulin (protein kuman TB) di bawah kulit (intrakutan). Setelah proses penyuntikan, biasanya akan didiamkan hingga 48-72 jam untuk memperoleh hasilnya. https://id.theasianparent.com › tes-mantoux-tbc-pada-anak

Tes mantoux biasa dilakukan di lengan, Petugas akan memberi lingkaran-biasa pakai pulpen, lalu menyuntikan larutan tuberkulin, untuk melihat reaksi dikulit, selama masa menunggu dilarang untuk kena cairan lain. Jika Darah kita positif ada bakteri tubercolosis, hasil tes mantoux akan terlihat, akan timbul benjolan-benjolan berair-mirip jika kulit melepuh- Setelah hasil tes mantoux terlihat, Petugas kesehatan di Verem Savas juga mengecek anggota keluarga lain (Suami dan anak) Jika tidak ada indikasi tertular ke anggota keluarga lain. Pengobatan TBC baru dimulai.

Pasien akan diberi sekotak obat TBC, isi dari kotak obat tersebut untuk satu bulan masa pengobatan, dan diberikan satu lembar kertas yang harus pasien berikan ke Dokter di Saglık Ocagı daerah tinggal, Kontrol obat harian, jika selesai minum obat TBC selama satu bulan tersebut, Dokter puskesmas sebagai petugas kesehatan yang ditunjuk verem Savas, memberikan tanda tangan sebagai bukti dan saksi jika pasien tertib meminum obat TBC, untuk setiap kemasan obat TBC tergantung jenis TBC yang diderita, untuk TB kelenjar, diawal pengobatan satu kemasan obat TB berjumlah 12 pil.-.-‘ Seiring Bulan, dosis obat TBC akan dikurangi, sampai selesai pengobatan saya hanya meminum obat TBC 6 pil setiap hari.

obat TBC (sumber foto: http://www.hurriyet.com.tr/ )

Reaksi Obat TBC cukup keras?

Untuk diawal masa pengobatan, Tubuh akan bereaksi dengan obat TBC, efek samping diawal pengobatan setiap orang berbeda, untuk kasus saya: Mengalami gejala demam tinggi, sakit kepala, perut melilit dan Gatal seluruh Badan, Kebayang menyiksanya ditambah saya masih memberikan ASİ untuk anak. Reaksi ini biasanya akan timbul beberapa saat setelah meminum obat TBC, saya biasa menjadwalkan pagi hari sekitar jam 9, jam 11 biasanya efek samping obat akan terasa sampai menjelang sore, kebayangkan, perut tiba-tiba melilit seperti sakit maagh, panas tinggi, atau gatal-gatal seluruh tubuh, tiba-tiba kepala pusing, seakan sekeliling berputar. Setiap hari efeknya berbeda.

Kalau Demam, sakit perut karena obat TBC solusinya bagaimana?

Datang ke Puskesmas (Saglik ocagı) konsultasi dengan Dokter keluarga–karena Dia juga bertugas sebagai pengontrol pasien , mengawasi selama masa pengobatan– Dokter akan memberi resep obat lain sebagai Back-up selama saya menjalani masa pengobatan TBC, ditambah karena saya tetap memberikan ASİ, Resep Obat Dokter ini dicarikan yang aman untuk Busui. Jadi ketika demam, sakit perut, saya juga tetap meminum obat lain yang aman sesuai resep Dokter ini. Tidak sembarang membeli Obat ke apotik.

Ketika Masa pengobatan TB selesai?

Setelah lewat tiga bulan, reaksi Obat TBC di tubuh saya mulai biasa, tidak timbul efek samping lagi (kondisi tiap orang berbeda ya) Ketika masa pengobatan TBC selesai, Saya tetap datang ke Verem Savasi, kemudian balik ke Dokter Paru, Dokter mengecek benjolan dileher. Dan benjolan di leher saya hanya mengecil tidak otomatis hilang. Opsi Dokter, tetap dibiarkan saja tanpa prosedur pengangkatan Benjolan. Menurut Dokter diangkat atau Tidak, sebenarnya tidak berpengaruh banyak. Karena saya sudah tertib menjalani pengobatan selama ini dan tidak pernah absen meminum obat TB.

Untuk penanganan TBC, saya akui Negara Turki cukup sigap, membentuk Verem Savas disetiap daerah sebagai pusat rujukan, Dan Dokter yang memberi rujukan harus Dokter Paru. Bukan sembarang Dokter. Untuk Diagnosa akhir diserahkan ke Verem Savas. Meski pasien sudah melakukan berbagai tes kesehatan dan Positif Tuberkolosis. Keputusan Final untuk menjalani perawatan dan pengobatan oleh Petugas kesehatan yang bekerja di Verem Savas. Jadi selama di Turki, saya belum pernah mendengar ada Dokter salah Diagnosa tentang kasus TBC. Dokter anak atau Dokter Umum akan memberi rujukan untuk Test dan rujukan terakhir yang ke Dokter Paru.

Bukti Negara Turki berhasil dengan Sistem penanganan TBC bisa dibaca di salah satu media berbahasa inggrisnya ini: Turki menjadi rujukan berbagai Negara lain dalam hal penanganan penyakit TBC. Keberhasilan perawatannya mencapai 90 %, Pasien Asing banyak datang ke Turki untuk menjalani pengobatan.

https://www.dailysabah.com/turkey/2020/01/09/turkey-becomes-hub-for-tuberculosis-patients

Tulisan ini menjawab berbagai pertanyaan tentang pengalaman saya sebagai mantan pasien TB kelenjar di Turki. Saya tidak bisa membandingkan dengan Negara asal saya (İndonesia) Bagaimana sistem pengobatan TBC dan lembaga yang menangani secara khusus Pasien. Saya menulis berdasar pengalaman Pribadi selama menjalani perawatan dibawah kontrol Verem Savas. Terimakasih semoga bermanfaat:)

Tinggalkan komen di sini