Tentang menjadi istri Pria Turki

Usia pernikahan saya dengan si baba tahun ini baru masuk tahun ke -7, kalau anak sekolah masih SD.

Masih baru tahap belajar mengenal lebih baik lagi, masih terus belajar..belajarr terus kapan lulus nya:D…eh tapi ujian udah lewatin beberapa, salah satunya ujian negara lagi:-rencana pindah ke kota mertua:)) iya ini juga ujian loh.

Saya kalau mau menang sendiri, jelas saya gak mau diajak pindah! Terlalu ‘zona nyaman’ sekali kota sebesar İstanbul, selain cantik, tujuan wisata kelas dunia, kemudahan akses apapun mudah, ada KJRİ, banyak tokoh penting, artis dsb yang berkunjung ke İstanbul, lalu ramah tamah dengan WNİ disini, terakhir ada walikota surabaya yang baru saja silaturahmi dengan WNİ di istanbul-saya ga datang karena terlalu sore waktunya-.-‘ ditambah bawa anak 2 nyebrang ke eropa side–nyerahhh. Ok sebagai ‘orang asing’ hidup di istanbul itu kudu penuh rasa syukur.

Tapi, pernikahan saya ini bukan darmawisata atau paket liburan ke Turki,saya sudah berkomitmen jadi menantu warga turki. Mertua, suami dan keluarga besarnya adalah warga lokal, bukan pula pendatang dari negara tetangga.

Saya pun harus siap diajak tinggal dimanapun sama suami, bahkan di kolong jembatan, eh kalau kolong jembatan bhosporus beda cerita kakaaaaaaa:D lokasi yang strategis dengan harga rumah yang fantastis di deket2 kolong jembatan bhosporus– ok bukan disitu juga, ya kemanapun sang belahan jiwa..cieehh ngajak tinggal ya harus siap mendampingi bukan membelakangi, begitu sang pasangan ketahuan aslinya kere,lalu pengen angkat kaki? lho dipertanyakan tujuan awalnya menikah.

Lelaki Turki romantis?pria turki

Sayangnya hanya di drama, pernikahan impian kebanyakan orang adalah bertemu lelaki yang menjadi tipe ideal baginya, nah kadang jodoh itu ga sesuai ekpektasi kita.

Sampai detik ini saya ngetik si baba bukan tipe suami yang sok romantis sama istri dalam perhatian, ingetin moment-moment tertentu, ngasih bunga saja??? hahah saya nunggu limbad ikutan indonesia idol..seperti itu lah keajaibannya kalau sampai kejadian. Tapi itu juga bukan faktor penting yang jadi tolak ukur keromantisan pasangan.

Lelaki Turki itu karakternya keras?

Bahas ini ada dua pengertian, keras sebagai bawaan kultur mereka yang sudah sangat menjadi ciri khas dimanapun, atau keras emang dari watak nya tempramen, ngotot dan ga mau ngalah.

Untuk tipe pertama saya hanya butuh adaftasi dan memahami nya saja, untuk tipe ke-2,  syukurnya ciri-ciri ini tidak sepenuhnya ada di si baba.

Keras dalam kultur:-

Banyak aturan-aturan dalam lingkup keluarga Turki yang harus dipatuhi, adab. Menghormati orang-orang tua, ikut ambil bagian dalam prosesi atau acara apapun dalam keluarga, kadang tipe tipe keluarga turki pun bermacam-macam, saya sedikit lumayan beruntung karena tipe keluarga Turki saya adalah tipe yang ‘santai’—-tidak banyak acara ritual kumpul keluarga, hanya di moment tertentu saja.

Membatasi pergaulan dengan lawan jenis

ya ini kayaknya udah menjadi aturan tidak tertulis tapi dijalani. Sebagai perempuan yang sudah menikah, sama sekali saya tidak punya teman pria turki selain suami, atau keluarga saja,  Jika suami tidak sengaja bertemu kolega nya  di luar rumah, biasanya posisi saya  sedikit mundur untuk tidak ikut perbincangan dengan mereka, sang kolega masih basa basi menyapa, hanya menyapa sebagai penghormatan ga lebih jauh dari itu.

prinsip yang dipakai itu seperti ini: teman istri adalah teman suami juga (suami harus kenal suaminya teman) tapi teman suami (kalau pria) bukan teman istri, jadi kalau ada teman istri yang ‘Nyelonong’ say hello ke suami—buat orang turki–cok ayıp–hal memalukan- begitulah kalau punya suami Turki umumnya.

misal gini: Udah tahu kamu kenal istrinya, mau nanya sesuatu eh malah langsung kontak suami nya, kalau bisa sih ya jangan! umumnya dianggap tabu, kalaupun butuh nanya sama suami teman, bisa minta tolong lewat istri nya. Lebih sopan nya seperti itu.

Hal ini saya alamin dari suami saya yang mengeluh, tentang adab: misal seperti di sosmed, banyak yang nge add akun suami , basa basi nanya, padahal juga ga kenal, terus suami lihat  ada mutual friend sama istrinya, ujungnya saya di tanya: ini siapa, kok  SKSD?? teman kamu ya, orang indonesia, kok gini amat, kenapa ga nanya kamu?

ih kayaknya kok sombong ya,bukann…tapi itu udah kayak aturan buat mereka terutama suami saya, kalaupun misalnya ada yang mau nanya-nanya tentang pernikahan dengan orang turki ada bagusnya yang nanya sama dia adalah si pihak laki-laki, bukan perempuannya.

Keras dalam sifat.

Kalau untuk bahasan ini memang menguji kesabaran sebagai pasangan, harus banyak membuka komunikasi, kalau masih belum lancar bahasa turki nya, usaha buat belajar,sekarang banyak konten belajar bahasa turki di sosmed.

Jangan menumpahkan aib permasalah rumah tangga di status sosmed, Big no.  Dibawa dalam doa juga, kalau sudah sangat ‘genting’ permasalahan usahakan cari penengah , cari teman yang bisa dipercaya. Pasrah atau terus menjadi korban kekerasan bukan hal yang bijak, pertimbangkan psikolog diri dan juga anak. Beberapa bulan belakangan ini banyak kabar kurang menyenangkan yang saya dengar juga, kasus kdrt menyeruak , sedih dengarnya, apalagi sebagai sesama perantau di negara suami, harus ada teman yang bisa saling menguatkan, saling bantu. Menikahi pria turki ga bergaransi bahagia seumur hidup, semua butuh proses untuk menggapai kebahagiannya dalam rumah tangga, saya sering mendapat pesan tentang keinginan dan impian orang atau pengunjung blog ini yang ga sengaja baca-baca kisah saya, bahkan begitu fokus berharap ‘hanya’ menikah dengan pria Turki.

 Menikahi pria Turki (juga) menikah sepaket dengan keluarga besarnya.

İni yang sering jadi percikan problem para pelaku mix marriage with turkish man.

Family! perlu digarisbawahi kalau Turki itu: kultur campuran: barat dan timur, kebanyakan budaya kekeluargaan mereka lebih cenderung dengan timur tengah dibanding sisi eropa nya. Kekerabatan mereka condong dengan adat timur tengah.

Keluarga pasangan akan lebih banyak ikut campur dalam urusan rumah tangga anak nya, ya disini lebih berasa dominasi salah satu pihak. Apalagi dengan status gelin yabancı*menantu asing*  kadang banyak diremehkan dalam urusan sesuatu, misal bebersih rumah. masak, ngurus anak, kalau ga mau terjadi  perdebatan, tips saya lebih baik. –iya-iya kan saja hehe, begitu mereka (mertua, ipar dll ) pulang dari rumah kita, ya balik lagi jadi diri sendiri, pernah juga salah satu teman cerita bahkan urusan perabotan dapur rumah nya saja dipermasalahkan sama keluarga suaminya, letak-letak perabotannya diatur ulang, begitu mereka pulang , dia balikin lagi ke posisi yang dia suka. Kadang hal seperti ini saja dipermasalahkan,karena kurang percaya nya kalau menantu asingnya bisa ngurus anaknya dengan baik.

Memperbaiki keturunan?

Menjadi istri orang turki otomatis memperbaiki keturunan, , duhh untuk yang masih berpikiran sempit seperti ini,pesan saya banyak banyak lagi baca konten yang positif.

İni yang masih jadi banyak alasan ‘tersembunyi’ yang di harapkan ketika menikahi orang asing? iya banyak, bahkan ga sengaja saya baca komen seseorang di İG yang katanya sedih putus sama pacarnya orang asing,ga jadi nikah sama pacarnya, berharap menikah kemudian punya anak lucu-lucu bule,mancung, mata biru dan gak pesek! komplet deh hahah. kalau bahas fisik panjang urusannya, mainnya sama ilmu biologi. selebihnya juga urusan sang maha pencipta. Kun fayakuun,  inget kita ga bisa  pesen fisik anak sesuai mau kita, emangnya pesan kue:) namanya campuran, pasti ya campur aduk, seperti anak ke-2 saya, kulit,rambut semua dari genetik baba nya tapi hidung tetap saya juara..indonesia,niat saya memperbaiki keturunan disisi akhlak saja, semoga anak keturunan saya jauh lebih baik dari saya dan baba nya syukur syukur jadi hafid al quran, itu salah satu harapan saya ketika menikah sebagai muslimah, dikaruniakan anak saleh dan saleha ,akhlak yang baik, sejatinya kecantikan hati jauh lebih menarik dari balutan fisik semata. Mau anak pesek, ga bule  bukan tolak ukur saya menjadi istri dari lelaki beda bangsa.

Bersyukur saja menikah dengan pasangan kita, baik buruk nya, lelaki itu sudah kita pilih, membanding-bandingkan pun bukan hal yang patut.

Mendoakan pasangan kita dalam kebaikan,dalam penjagaan Tuhan.

Menjaga keharmonisan rumah tangga jelas tidak mudah,saya pun sempat mengalami hal sulit , menyampingkan ego, berlaku jujur,terbuka, tidak berlama-lama  terlibat dalam pertengkaran. yahh saya masih banyak belajar…

menjadi istri orang turki atau orang asing umumnya bukan tentang ‘keberuntungan’ banyak yang salah mengira dalam posisi ini, saya atau teman teman mix marriage lainnya pun sama saja. badai ujian pun pasti ada, karena kita hidup di dunia nyata, cerita disosmed, foto foto cantik liburan..itu hanya pemanis dari berbagai kisah hidup yang dijalani. pasang surut rumah tangga seseorang hanya mereka yang tahu.

Tinggalkan komen di sini

  1. Kerren…suka cara penulisannya 👍🏼😍sangat informative. Sukseeees ya kesayanganku Rahma hanım 😘😘

  2. haii mbaak hehehe salam kenal dari Belanda ya 🙂
    duhh iya banget ya menikah dengan orang asing itu bukan lantaran “gaya2an” tapi kita ga pernah tahu jodoh datang dari mana. Hmm complicated banget ya mbak budaya Orang Turki, senang baca2 tentang budaya orang asing, jadi lebih paham bagaiman kalo ketemu orang beda Negara .. btw selamat dan semoga langgeng ya mbak di usia ke 7 Pernikahannya

  3. hai jg ericka salam kenal,terimakasih sudah mampir:) iya budaya turki jg complicated kadang kyk ke eropa kadang jg timur tengah banget, syukurnya kl dpt yg ditengah2..hehe, bisa rileks adaftasinya, kl terlalu sekuler bgt sbg muslimah bikin ga nyaman dgn budayanya.

  4. Beberapa temenku menikah ama orang asing, tapi kurasa itu krn mereka memang lebih menyukai cowo asing dari dulu. Seingetku malah semua mantan2nya, blm ada yg orang indonesia. Pernah aku tanya, itu krn cowo asing lbh fleksibel, ga terlalu kaku dan biasanya ga cemburu buta. Beda ama laki2 indonesia :p. Ga bisa disamaratain juga sih.

    Apapun, aku setuju kok, nikah ama orang asing bukan utk gaya2an, bukan krn matre, bukan krn pgn anak bule yg nantinya bisa dieksploitasi jd artis 🙁 . Kalo memang dr awal mindsetnya gitu, ga heran kalo pernikahannya jg ga langgeng

  5. Setuju bgt sma mba Rahma, gtw deh napa org napsu bgt pgn nikah m bule, pdhl namanya cow mana2 sama, klo aq pribadi sih ga ingin” bgt, cma kadang kepo, ktanya mereka lbh terbuka dan fleksibel ga lebay kaya pria indo, kalo Allah ngijinin semoga bisa menjerat 1 buat dibawa pulang 😆😆😆

  6. heheh kan kata nya..sayangnya kan kata nya tiap orang itu juga beda2 pengalamannya mba:)))) jangan dijerat dong, diajak aja ngadep orangtua gitu ya

  7. Salam kenal mbak dari sivas turki,
    Inspiratif banget tulisanya suamiku jga warga turki kami baru 1 bulan menikah, alhamdulilah masih di jona aman karena suami gak ada keluarga, ada ibu tapi juga jauh tinggalnya, cuma kendalanya susah cari teman sesama wni di kora kecil ini, kota asal suami eksisehir, tapi dapat tugas kerja di sivas kota kecil penuh sejarah, tapi sayang warga masyarakatnya masih menganggap orang asing itu seperti ancaman atau memang perasaan ku aja, sulitnya beradaptasi bikin saya bener bener stress, jdi curcol mbak, padahal lok di pikir saya adalah orang yang sangat mudah beradaptasi karna saya banyak tinggal di be erapa negara seperti korea, new zealand, dll, ada 5 negara yg sempat saya tinggal dgn waktu yang lumayan lama, tapi bru ini saya merasa tinggal di planet yang sungguh asing, atau mungkin larna kota kecil cenderung ke wilayah pedesaan jadi masyarakanya belum wellcome, tpi mau gimana lgi suami di tugaskan di daerah ini

  8. hosgeldiniz turkiye, wah sabar ya..perjuangan diawal menikah:) enjoy aja
    mungkin bisa ngisi waktu dengan nulis nulis di blog sebagai terapi membunuh rasa bosan juga, pasti ada saja hal hal unik yang bisa dibagi, saya dulu gitu awal nulis blog lagi sejak datang ke Turki, nge blog cara saya komunikasi ke dunia luar-karena berasa tinggai di planet jauh juga hahaha- kalau punya hobby foto, foto foto aja yang unik unik di sivas, share cerita disosmed gitu.
    Orang kota kecil ya banyak seperti itu di Turki, sepetti yg saya alamin tiap mudik,masih ada aja yang nanya2 kepo tentang indonesia.
    Kynknya kalau gabung di Grup TİH (kalau ada facebook) silahkan search , nanti bs nyari teman satu kota, grup perkumpulan gitu.Bisa berteman kalau ga ada satu kota paling ag tetangga kotanya. salam kenal ya

  9. hi kak boleh minta alamat email gak , aku mau tanya2 ttg apa aja yg harus di siapin but nikah sama org turki , dan si cowok aku ini juga butuh sumber informan kak, tolong jawab ya kak pls , butuh bantuan

  10. Saya sering bertemu dengan pria turki, saya pikir mereka mudah sekali tersinggung, baru kenal sudah minta foto seksi *duh jadi illfell

    Saya lebih nyaman dengan pria USA, mereka bisa sangat romantis tapi tidak kurang ajar, mungkin tunangan saya pria USA kali ya

  11. itu tergantung juga sih mba, nge judge semua pria turki juga kyknya ga elok, sama kyk nge judge pria USA, yang baik, krn mbak ketemunya kebetulan yang emang baik, yang kriminal juga banyak kan disana hehe, saya juga nyaman kok sama pria turki yang alhamdulilah sudah 7 tahun menikah:)

  12. assalamu alaikum mbak..
    seneng dapet info yang ginian..
    alhamdulillah udah jalan 7 tahun..
    krn kalau saya, syukur syukur kl jadi ke depannya, ngadep ke orang tua saya aja masih takut bgt lantaran emang ketemu melalui internet.. XO
    tapi emang first impression saya terhadap cowok saya itu orangnya penyinggungan loh.
    aku tuh mikirnya, nih cowok kok sensi amat sih..
    gara2nya dia kirim foto dia waktu pikinik di pinggir pantai dan aku bilang “sama ceweknya yahhh :p” dan dia langsung ngambek marah gitu. dan ada bbrp gitu jg dia.
    dan gue ngomong dihh ni cowok sensi amat dah..
    dan gak taunya karakternya orang sana rata2 emang gitu..
    pas kenal lbh dekat, kok gue ngerasa cocok sih sama dia, perhatian gitu, secara kl sm org asing yg lain cm ada maunya gitu.
    ini sm dia sampai seharian nge chat juga tahan, ngomongin hal yg buat gue bosenin bgt kaya politik gitu, history, anything, dll.
    btw mbak, aku boleh curcol gitu sm mbak lebih jauh lg? secara pgn tau perjuangannya gimana, biar aku bs ngegambarin ke depannya mesti gmn. kl blh, saya pgn tau wa atau fb nya mbak gitu…
    makasih mbak… ;D

  13. salam kenal balik mbak rahmi… artikelnya menarik-menarik… membuka wawasan saya tentang sisi lain kehidupan, dari belahan negara lain yang nggak pernah saya tau… Salam dari jawa ya Mbak…

  14. Salam kenal mba rahma.. Terimakasih untuk penjelasan nya tentang menikah dgn org Turki. . Sangat membantu sekali untuk saya mba..😀😀😀

  15. Mbak Rahma anakku kuliah di Rusia..kenal cowok Turky dan ngajak nikah…gmn dong…setelah baca cerita mbak saya jadi takut melepasnya…mbak kontak saya dong di 089655838439

  16. Hello saya pelaku perca indonesia-turki juga..
    Saat ini posisi saya bersama suami ada di indonesia, dan kami berencana untuk pindah ke turki untuk tinggal bersama keluarga suami tapi setelah membaca blog kamu ,saya mulai sedikit khawatir karena perbedaan budaya seperti yang mbk ceritakan,dan soal dokumen anak ini dan itu terlihat ribet sekali…
    Berikan saran atau masukan dong mbk 🙂 karena ini memang keputusan yg sangat besar jika harus ikut suami atau hidup ldr dengan suami ,apalagi saya sama sekali tidak punya kenalan teman-teman pelaku kawin campur atau wni di turki 😔

  17. halo jg mbak, kalo dokumen kan dr indonesia jg bs di urus semacam punya affidavit nya, dan untuk di Turki, anak punya TC kimlik, kalo lahir di indonesia bs buat di embassy Turki, nanti pas di Turki bisa urus TC kimlik baru ganti versi e-ktpnya di kantor nufus dimana lokasi tinggal, kalo bawa anak ke Turki jd lbh mudah krn babanya orang Turki, otomatis dia sendiri jg wn Turki.mungkin akan adaftasi lingkungan aja. kalopun ikut pindah ke Turki, ya gpp mba, kalau keluarga suami baik, mbaknya dikasih ruang privacy, nyaman2 aja. Misal lbh suka mandiri, ya obrolin dulu sm suami, untuk tinggal bareng familynya brp lama, mungkin keputusan sewa apartemen sendiri lbh baik, apalagi kalau ada anak.saran saya sih, kalau udah punya anak.lebih nyaman apartemen terpisah meski kecil.

  18. Bismillah
    Assalamu’alaikum warahmatullah

    Mbak, sampai saat ini aku terlalu tertarik dengan orang asing, meskipun aku sering disakiti (perasaan) oleh mereka. Tapi aku pun heran, aku gak ada kapok aja gitu. Tapi sekarang aku lagi terus berusaha mau dengan orang Indonesia, karena semenjak SMP kelas 3 aku berinteraksi dengan orang asing meskipun via internet. Dari situ aku ada ketertarikan dengan orang asing, kalau diajak curhat pun mereka kasih masukan MaashaaAllah ngena gitu. Tapi aku pun bandingkan juga dengan orang Indonesia, ya gak beda jauh sih. Karena seringnya disakiti, aku jadi gak mau terlalu dekat dengan lelaki manapun sekarang, karena takut disakiti lagi. Chat dengan mereka, ya tetap jalan, tapi gak mendalam banget.
    Oh ya mbak, menurut mbak apakah semua orang luar negeri selalu beri iming-iming ke perempuan Indonesia? Contohnya dia mau ajak nikah, tapi gak lama kemudian menghilang beberapa pekan/bulan.

  19. waalaikumsalam…
    Mungkin mbak asri harus buka hati, boleh saja berharap dapat jodoh orang asing, tapi tetap pentingnya hrs ada kecocokan, orang asing jg manusia biasa, ada yang baik dan yang jahat juga banyak. Kalau mengiming2in kayaknya ga cuma orang luar negeri mbak, pada dasaranya orang itu aja yang ga siap komitmen dan yakin sama hubungannya, atau emang cuma main2. yang serius juga banyak

  20. assalamu’alaykum mba, mau nanya, adakah tradisi khusus atau konsekuensi tersendiri bagi menikah dengan anak seorang anggota parlemen? haha. Ya allah :”))
    Saya punya kenalan orang turki, 22th, aku 19,(sama2 kuliah), aku ceritain dikit ya mba tentangnya, dia anak anggota parlemen, tp dia tipe mandiri, skarang udah nyambi kerja bisnis dan punya rumah sendiri pisah sama keluarga, singkat cerita dia mau nikahin sy, dan udah cerita sama keluarganya juga, dan niat ke indonesia mau ketemu dan ngehalalin saya,,..tapi saya masih belum sepenuhnya yakin mba..
    Menurut mba..apa yg benar2 dipriotitaskan langkah yg saya ambil?
    apa inii terlalu dini dipertanyakan mba?, tapi dia serius nampaknya, saya jadi takut sendiri akan mengecewakan.. :”’)
    makasih mba

  21. waalaikumsalam.
    untuk menikah harus yakin, jgn ragu krn pertaruhan masa depan seumur hidup, memilih pasangan yang tepat. soal tradisi khusus, tradis pernikahan ala Turki sama aja, konsekuensi ga ada, toh cuma profesi orangtuanya.kecuali nikahin aktor Turki mungkin konsekuensinya masuk liputan gosip lokal:D kalo blm yakin, mending untuk pengenalan dulu, kunjungan. jangan terburu2 jg.

  22. hi mba, senang deh baca blog mba bagus banget, ku mau curhat sedikit ni mba, ku pernah pangalaman buruk waktu jumpain cowok ke negaranya di malaysia dulu, nah sekarang ku kenal sma cowok turkey, dia meminta ku untuk mengujungin dia ke negaranya di sana , karenan tahun ini dia gak bisa ambil cuti karena kerjaan, menurut mba ku gimana ?

  23. ehm kalo untuk sekalina berlibur ya sah2 aja, tapi usahakan ada yang nemenin mbak, krn jg blm terlalu kenal dekat, semisal sekalian pergi liburan ke Turki ajak teman satu buat nemenin juga, menurut saya ini lbh baik dan aman ya

  24. terlalu marak pernikahan indo-turki. bahkan ada yang ceweknya baru 18th. ada juga yang nıkah cuma karna cowok turki ganteng2 tanpa mempertimbangkan karakter, latar belakang keluarga, etc
    yang mau tau lebih banyak tentang pernikahan indoturki bisa baca di indonesiaturkiye.blogspot.com

  25. hai mbk rahma. ini kesekian kalinya aku baca blog mu dan baru bwrani koment. mohon infonya mbk rahma. sekarang aku sedang longdistan sama pria turki. kleuarga dia turki mix italy. dia mu datang ke indonesia nemuin q . cuma tak larang karwna masih ragu. dan masih ku pikir kedepan. rumahntangga itu tidak mudah takutnya q terainaya disana dan tidak bisa pulang. tapi kami merasa cocok. masalahnya apakah pria turki dominan tidak percaya keuangan di pegang istri?? pelit atau perhitungan gitu.

    soalenya banyak ku lihat mix indonesia turki wanitanya pada kurus kurus kayak tekanan batin gitu.. q jadi takut

  26. memang kebanyakan keuangan dipegang suami mbak, nah kalau keberatan, bs diibicarakan dr awal, masalah finansial kan emang sensitif bgt, atau bagi2 tugas aja, semisal urusan bayar tagihan apapun krn rata2 transaksi berbahasa Turki, biar aja pasangan yg urus, tapi untuk saving money, minta istri aja yg urus, buat rekening sendiri, clear kan dr awal apapun, biar ga jd ganjalan ketika sudah menikah, cari win win solution, masalah pelit atau perhitungan kan bs di tes dr awal pendekatan, ini tetap tergantung orangnya, byk jg org Turki yg royal. heheh kurus2 bukan berarti tekanan batin aja mba:) kalau dasarnya kurus mau gmn..malah alhamdulilah drpada kyk tante2 sini yang banyak oversize