keluargapanda

dunia mix marriage

Pengalaman menghadapi TB kelenjar

Awal 2014 saya terkena TB kelenjar, banyak sekali koment di blog ini yang menanyakan tentang TB kelenjar, saya hanya berbagi pengalaman saja sebagai orang yang kena TBkelenjar, saya bukan ahli pengobatan atau dokter ya,saya cuma berbagi info yang saya tahu dan jalani saja selama masa pengobatan di İstanbul.

Saya kena TBkelenjar semenjak di İndonesia, Tadinya saya anggap biasa aja benjolan kecil dan emang ga mengganggu, tapi entah kenapa ketika hamil anak pertama, benjolan ksemakin membesar dan sempat bernanah, jelas ini bikin saya dan suami panik. Waktu itu dokter sudah mau coba biopsi tapi karena tahu saya sedang hamil beliau mengundurkan nya dan nunggu saya siap selepas melahirkan.

Ketika si anakpanda umur4 bulanan saya kembali periksa ke dokter, pertama saya datang ke rumah sakit universitas , tempat dimana saya juga melahirkan si anakpanda, waktu itu dokter yang periksa saya masih dokter umur, karena saya juga belum tahu ini TBkelenjar, dokter ini malah menyarankan saya MRİ (MRI Dapat Membantu Identifikasi Penyakit.  Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh.)

Akhirnya saya ambil keputusan jalani MRİ, dengan resiko saya harus stop asi anakpanda selama 3 hari-.-‘ waktu itu masih asi eklusif , dokternya tidak menyarankan saya menyusui dulu, krn dikhawatirkan paparan radiasi zat radioaktifnya selepas saya MRİ, perjuangan saya buat stok ASİ,sempat juga nyoba susu formula,tapi yang ada anakpanda Muntah.

Hasil MRİ keluar dalam bentuk CD, saya kembali menemui dokter, di cek seluruh tubuh, hanya di bagian leher yang terdeteksi ada penyakit dan tidak menyebar ke paru, Dokter awalnya juga memang curiga TBkelenjar atau kanker kelenjar getah bening, karena bisa ada dua kemungkinan terjadinya benjolan di leher, tapi mereka berhati hati untuk mendiagnosa dan menyarankan MRİ ,apa ada penyebaran TB juga ke Paru atau yang lain, setelah dinyatakan hanya dibagian leher,saya cukup lega. İni pun belum selesai, saya masih disuruh Ultrasound bagian benjolan, jadi dirujuk kembali untuk jadwal USG, karena antrian nya seminggu di RS pemerintah, saya ambil alternatif dirumah sakit swasta untuk USG benjolan. Begitu USG keluar dan ukuran benjolan dileher sudah diketahui. Saya kembali bikin rendevu-appointment- dengan dokter di rumah sakit umum, suami ambil rendevu dengan dokter specialis-biasanya kalau di Turki di tulis Prof DR uzm ….(nama dokter) uzm-singkatan dr uzman saya kurang paham mungkin sejenis dengan kata specialis) yang jelas dokter ini emang dokter specialis penyakit dalam atau bedah-seidkit lupa:D, begitu saya masuk ruang prakteknya, serahin CD MRİ dan hasil USG, tanpa banyak omong nyuruh saya ke ruang praktek kecilnya, langsung ambil tindakan biopsi, Biopsi dilakukan dibantu asisten dokternya, Beliau mengambil sampel darah dr benjolan di leher saya yang juga sempat membengkak dan luka. Kemudian diambil tindakan lain. Sempat saya tanya apa berbahaya: beliau hanya menjawab:tunggu hasil lab nya saja, ini bukan kanker kok? disitu saya sedikit lega. Suami membawa sampel darah saya ke Lab, seminggu ke mudian hasilnya baru diketahui.

Begitu hasil Lab sudah ditangan, dokter tersebut kemudian  menyarankan saya ke dokter paru -yang biasa nanganin TBC juga, dari dokter tersebut  hanya memberi rujukan untuk saya ke klinik khusus TBC milik pemerintah. Gedung terpisah 3 lantai, khusus menangani TBC, saya bawa surat rujukan, ga serta merta langsung diberi obat: saya masih harus jalani rontgen dan USG lagi sama petugas nya disana, untuk mengukur kembali benjolan di leher, kemudian masih juga harus test mantoux, padahal ‘bukti MRİ, Biopsi, USG’ sudah menyatakan saya ada benjolan dan hasil tes darah pun ada TB- jadinya saya test mantoux dulu di lengan kiri, petugas klinik menyuntik kan sesuatu ditangan, lalu menandai bekas suntikan dengan lingkaran dan menyuruh saya untuk menunggu 3 hari, hasil reaksi suntikan tersebut, jika muncul bruntus bruntus kecil, dipastikan positif TB, bekas suntikan ini tidak boleh terkena air.

1280px-mantoux_tuberculin_skin_test

mantoux test (sumber fotomantoux)

3 Hari kemudian, dilengan saya, memang keluar bruntus bruntus di area bekas suntikan tersebut,saya kembali ke klinik TB, barulah saya diberi sekotak obat TB plus  selembar surat kontrol untuk dokter keluarga,sebagai dokter yang ditunjuk di area tinggal saya, yang akan mengkontrol saya selama terapi TBkelenjar.

Reaksi Obat? dasyat nya luar biasa, perut saya melilit,suhu tubuh saya naik, sakit kepala, gatal gatal, hampir frustrasi juga saya minum nya, setiap pagi rasanya horor harus menenggak obat TBC, apalagi saya ada bayi yang butuh perhatian. Oh ya Obat TB ga ngaruh untuk ibu menyusui, masih aman di konsumsi.

Suami terus mensupport dan mengkontrol saya untuk tertib minum Obat, ketika keluhan semakin parah, kami pergi ke sağlik Ocagi-ini sejenis puskesmas-dan ada beberapa dokter yang ditugaskan sebagai dokter keluarga per wilayah tinggal- jadi saya konsul dengan dokter keluarga di saglik oca, keluhan pengobatan TBC, kemudian beliau menulis resep beberapa back up obat lain  untuk mebantu pengobatan TB saya, ketika saya mengeluh rasa seperti maagh di perut tiap minum obat, beliau meresepkan obat maagh yang aman, lalu demam dsb, semua rekomendasi dokter tersebut yang memang sudah menjadi tugas nya membantu saya.

Tidak cuma mengandalkan Obat TB  saya juga mencoba herbal lain untuk daya tahan tubuh, hasil rekomendasi teman: saya mencoba dengan habbatusauda, beberapa teh herbal, madu, , alhamdulilah ini membantu daya tahan tubuh lebih kuat, ditambah dengan menjaga pola makan juga yg lebih sehat. Selang sebulan lebih efek dari obat obatan semakin berkurang,tadinya gatal gatal lalu hilang, maagh juga mulai berkurang, sampai benar benar total ga rasain sakit lagi di bulan ke 3, seterusnya jadi kayak minum obat biasa aja tanpa reaksi apapun yang mengganggu.

Kunci nya Sabar dan terus berpikir positif untuk kesembuhan, saya juga ngalamin proses yang menyakitkan di awal terapi obat TB, support dari orang terdekat  itu juga penting, biar  ada semangat buat jalani pengobatan.

Kalau ada keluhan lain di seputar benjolan sebaiknya konsul ke dokter, kalau belum terlalu yakin cari second opinion ke dokter specialis nya, nanya di blog juga belum tentu yang nulisnya tahu hehe krn posisi sebagai ‘mantan pasien’ saja bukan dokter ya, jadi saya selalu jawab komen apa ada nya, kalau saya tahu ya saya jawab, kalau engga saran saya tetap sama, ke dokter:) daripada saya menyesatkan entar.

Semoga yang sedang menjalani proses pengobatan TB dimudahkan ya, tetap semangat biar lekas sembuh, jaga pikiran positif,alihkan ke hal hal yang menyenangkan kalau pas reaksi obat muncul, jangan dibikin semakin stress nanti nambah nyiksa rasanya.

 

Tulisan ini berdasar pengalaman pribadi jalani pengobatan di İstanbul Turki, saya tidak tahu proses pengobatan TB di İndonesia atau di negara lain prosedurnya seperti apa, jadi kalau banyak yang tidak sama harap dimengerti, Dokter sama negara yang nanganin beda:) jadi kalau ada yang komen beda beda..perbedaan itu indah kawan..laaa apa sih:)

semua prosedur pengobatan dari awal saya  dibiayai SGK (asuransi kesehatan pemerintah) kecuali ketika USG di RS swasta,  Semua Obat TBC free dan juga obat obatan back up nya ditanggung SGK semua.

salam

 

 

 

Rahma balci

Sundanese, Tinggal di bumi anatolia. Momblogger, moms of 2. Terimakasih sudah membaca dan blogwalking di blog keluargapanda Page FB: Keluargapanda.com

You might also be interested by

Tinggalkan komen di sini

posted by cara menghilangkan jerawat on November 7, 2018

semoga selalu sehat dan bahagia. Aamiin

  • replied by Rahma balci on November 8, 2018

    AAAMİN…terimakasih ya

posted by Reza Saputro on December 31, 2018

Sekarang sudah sembuh total? Berapa lama menjalani pengobatan?

posted by Reza Saputro on December 31, 2018

Skrg sudah sembuh total? Pengobatan berjalan brp lama?

  • replied by Rahma balci on December 31, 2018

    dibilang sembuh total sih engga, krn kata dokternya bakteri tubercolosisnya ga seratus persen hilang dr tubuh kita meski udah jalanin pengobatan, tapi kalau bisa jaga kesehatan, pola makan teratur dsb dijamin ga kambuh2 lagi.

posted by Elita on February 21, 2019

Assalammualaikum bu, waktu ibu sedot kelenjar nya untuk di jadikan sample itu merasakn sakit ?

  • replied by Rahma balci on February 23, 2019

    di biopsi namanya, rasanya kayak di ambil darah aja gitu…ga lama kok

posted by Anonymous on February 22, 2019

Pengalamanya hampir sama,beda negaranya saja,pengobatanya berapa lama??ada dampak ke bayinya ga??

  • replied by Rahma balci on February 23, 2019

    pengobatan dulu sekitar 10 bulanan, dampak ke bayi, alhamdulilah engga.

posted by Kasih on March 13, 2019

Evaluasi dokter..sebelum dnyatakan selesai pengobatan nya dg apa? Dtandai dng apa gtu..atau mesti tes apa gtu..shingga dokter menyatakan sudah sembuh, dan gak perlu pengobatan lg..

  • replied by Rahma balci on March 13, 2019

    di cek benjolannya, biasanya mengecil, ga hilang 100 persen, dokter kasih opsi buat angkat benjolan atau dibiarkan aja, krn ga ganggu juga, saya ga angkat, kalo diraba memang msh ada benjolan kecil2,selama dokter menyatakan ga berbahaya.saya ga angkat. pengobatan sudah maksimal waktunya, bakteri tubercolosis ga bakal hilang 100 persen dr tubuh tp sudah bisa dijinakan melalui pengobatan, pesennya ya dsuruh jaga pola hidup sehat aja.

posted by Rita on March 13, 2019

Bakteri TBnya tidak efek ke bayinya ya Mba?jadi kemungkinan bayi jg dapet bakteri TB selama masa kehamilan?

  • replied by Rahma balci on March 13, 2019

    saya pas kena TB ketika menyusui, dan rutin minum obat TB kata dokternya ga masalah, untuk kasus kehamilan saya krng tahu persis

posted by Anonymous on April 13, 2019

Halo mba. Saya juga terkena TB Kelenjar pada pertengahan 2018 dan alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Tapi masih menyisakan bekas luka karena benjolan di leher itu pecah namun sudah mengering. Mau tanya barangkali mba tahu, cara menghilangkan bekas luka yg kering di leher akibat benjolannya itu gimana ya mba? Jujur ini bikin engga pede :’) Makasih ya mba sudah berbagi cerita.

  • replied by Rahma balci on April 13, 2019

    halo juga, dulu saya juga benjolan pecah trus dibiopsi, bekas lukanya diperban biasa , bekas luka ga begitu kentara mungkin krn kecil–bekas benjolannya dibersihkan dan cairannya dikeluarkan kah? kalau saya dulu pecah dan ke dokter bedah, dia sekalin ambil tindakan biopsi, dibersihkan cairan dr benjolan yang pecah, diperban biasa dan tidak meninggalkan bekas luka yang besar,skrg normal saja, saya krg tahu, mungkin bisa pake salep yang biasa untuk perawatan luka gitu mbak…menyamarkan bekas luka*saya lupa nama produknya*

posted by Someone on April 13, 2019

Halo mba. Saya juga terkena TB Kelenjar pada pertengahan 2018 dan alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Tapi masih menyisakan bekas luka karena benjolan di leher itu pecah namun sudah mengering. Mau tanya barangkali mba tahu, cara menghilangkan bekas luka yg kering di leher akibat benjolannya itu gimana ya mba? Jujur ini bikin engga pede :’) Makasih ya mba sudah berbagi cerita.

posted by Reyne Raea on April 28, 2019

Ubek2 tulisan lamanya malah ketemu ini, jadi ingat anak saya didiagnosa TB Kelenjar hanya karena anak saya sariawan hebat trus ada sedikit benjolan di leher.

Beteh bangeeettt kalau ingat itu.

Karena yang diagnosa itu seorang professor yang ngajar para dokter spesialis anak di sebuah universitas terkenal pula.

Gara2 itu, dan saya juga gak nanya detail obatnya, anak saya konsumsi obat TB berbulan2.

Duh sakit hati banget saya kalau ingat itu huhuhuhu

  • replied by Rahma balci on April 28, 2019

    emang ga dites mantoux dulu, buat meyakinkan??? dsini hrs lewat tes mantoux dulu buat bener2 mastikan ada bakterinya, krn pasti bereaksi dtangan, ga cuma modal usg benjolan, benjiannya pun hrs dbiopsi juga, obat tb kan ga enak reaksi awalnya duh kebayang kl buat anak

posted by Anonymous on April 30, 2019

Salam kenal mba. Boleh dishare nama dan jenis obatnya apa sampai efeknya begitu hebat? Saya khawatir anak saya masih 7 tahun soalnya. Siapa tau ada opsi obat lain yang efeknya ringan.

  • replied by Rahma balci on April 30, 2019

    kalau untuk obatnya di Turki, saya dpt perpaket untuk sehari diminum, jenisnya sama saja dgn diindonesia, untuk anak2 sayakrg tahu, mungkin bisa dikonsultasikan dulu sm dokternya untuk dosis hariannya gmn, mengurangi efeknya, pastikan asupan makanan bergizi, sayur,buah nya cukup, daya tahan tubuh anak jgn sampe drop, selama pengobatan kurangi dulu makanan ga ssehat semacam junkfood, pola makannya dikontrol. krn kdg ngaruh banget,kurang istirahat, pola makan ga sehat, efek obatnya jd kerasa. kalo tubuhnya sehat, ga begitu kerasa, nelen obat biasa aja. tapi diawal2 memang sering muncul reaksi, semisal demam, pusing, kram perut.berdasar pengalaman pribadi saya.

posted by Fryska F Simanjuntak on May 26, 2019

Bu.. Anak sy diagnosa TB kelenjar oleh dokter spesialis anak awal Mei 2019. Hny berdasarkan hasil biopsi dan tdk melakukan test lain sperti mantoux ataupun MRI. Stela hari ke empat minum obat OAT (obat anti tuberkolosis) anak sy kram perur, persendian sakit smua dan sulit berjalan. Akhirnya sy melakukan second opinion di dokter spesialis anak lain. Stela d periksa dokter malah menyatakan anak sy tdk sakit TB kelenjar. Hny radang amandel yg sdh parah (bernanah dan bengkak hampir menutupi tenggorokan). Sy sgt kesal sekali pd dokter yg pertama krn berani menegakkan hasil diagnosa TB kelenjar. Puji Tuhan ank sy skrg sdh sehat, makannya byk, dan masi menjalani obat dari dokter yg skrg utk mengobati radang amandelnya.

  • replied by Rahma balci on May 26, 2019

    salam, untuk diagnosa harusnya dokter penyakit dalam,bukan spesialis anak:o kasihan sekali anaknya bu,bersyukur ibu cari secpnd opinion, semoga anaknya cepat pulih ya

posted by Khadijah on June 5, 2019

Saya juga penderita tb kelenjar apakah efek dari obat paket, membuat kita selalu banjir keringat

  • replied by Rahma balci on June 8, 2019

    biasanya diawal2 aja mbak,reaksi tiap orang berbeda, lewat 3 bulan biasanya akan normal dan tubuh kita sudah beradaftasi

posted by Ilhami Laura on July 10, 2019

Terima kasih sudah berbagi cerita nya Mbak.
Saya juga di diagnosa TB kelenjar.
Mulai minum obat TB sejak tanggal 1 Mei 2019, tapi baru minum obat sekitar 1 minggu benjolan baru bertambah 2 buah di leher saya yg sebelah kanan mbak.
Kata dokter itu pengaruh obat yg sedang bekerja.
Sampai skrg di tanggal 10 Juli 2019 ini benjolan tersebut makin membesar dan kondisi nya memerah Mbak.
Dan rasanya sakit.
Mbak, boleh di sharing makanan atau multivitamin apa yg sering di konsumsi tiap hari nya agar menjaga daya tahan tubuh selama pengobatan mbak?
Saya selama pengobatan kesulitan makan mbak, nafsu makan bener2 hilang mbak.
Terima kasih sebelumnya.

  • replied by Rahma balci on July 10, 2019

    mbak benjolannya sudah di biopsi belum? cek lab? kok aneh semakin membesar? saya ketika proses pengobatan justru reaksi benjolan ga membesar, tapi berefek lain, sempat maagh, demam tinggi.
    untuk makanan, sebisa mungkin kurangin dulu makanan ga sehat, junk food gitu, perbanyak konsumsi buah,sayur,air putih, kalo multivitamin, dulu saya konsumsi habbatusauda jg, atau madu. semoga lekas sembuh ya

posted by Situ on July 10, 2019

Maaf mau tanya,, kalo misal minum obatnya di hari yg sama tpi jamnya kadang maju 1 atau 2 jam gimana ya bu?

  • replied by Rahma balci on July 10, 2019

    gpp kok mbak,saya jg sering ga pas jam nya, asal sehari itu diminum

posted by Ilhami Laura on July 10, 2019

Sudah di biopsi mbak, dengan operasi terbuka, sudah di angkat sama dokter bedah , yg di biopsi itu benjolan sebelah kiri mbak.
Nah, saya baru mulai minum obat TB seminggu malah muncul benjolan baru.
Selama 2 bulan ini benjolan sudah sebesar telur ayam mbak.
Padahal saya rutin minum obat TB setiap hari.
Sekarang benjolannya sudah mulai memerah seperti akan pecah mbak.
Kata dokter penyakit dalam dan dokter bedah onkologi t4 saya berobat, benjolan ini bertambah besar karena obat nya sedang bekerja.
Saya juga bingung sebenernya mbak.
Minum obat tapi malah bertambah benjolan baru dan tambah besar saja saat ini.
Saya juga mengalami nyeri sendi mbak. Semua sendi mulai dari lengan sampai jari kaki sesakit semua.
Sering mual dan muntah juga.
Seminggu terakhir ini ulu hati saya sering perih dan tenggorokan juga terasa sakit saat menelan makanan. Tenggorokan juga terasa ada yg mengganjal seminggu terakhir ini.

  • replied by Rahma balci on July 10, 2019

    jalani tomografi? teman saya ngalamin jg, persendiannya sakit, dokter disini nyaranin tomografi, krn curiga bkn hanya tb kelenjar, di biopsi positif tb, hasil lab nya, tapi di cek darahnya lewat tes mantoux dia malah negatif. prosedur saya dulu: usg,tomografi,biopsi,,tes mantoux baru bisa jalanin pengobatan tb, setelah hasil tes emang seragam, tdk ditemukan indikasi benjolan karena penyakit lain, seperti tumor

posted by Armynda on August 10, 2019

Kalau boleh tahu Habatussauda nya yg kek mna y kak. Bisa share gmbr???

  • replied by Rahma balci on August 10, 2019

    coba aja googling: corek otu atau jintan hitam

%d bloggers like this: